Ada dua kemungkinan yang terjadi ketika mendengar kata PEMIRA, antara tau atau tidak. Untuk orang awam di kalangan mahasiswa, mungkin akan merasa tergelitik, ketika mendengar istilah yang kedengarannya “aneh”. Apa lagi itu??? Indonesia ingin mengadakan pemilu yang kedua kah??? Atau akan ada pemilihan rektor atau dekan??? Beribu pertanyaan akan muncul ketika seorang mahasiswa mendengar istilah “keren” itu muncul pertama kali, di awal masa kuliahnya.
Sedangkan di sisi lain, dipihak yang sudah “paham”, maka ketika tertempel tulisan “PEMIRA”, inilah saatnya kita untuk ikut berpartisipasi. Lalu muncul pertanyaan “Kapan PEMIRA diadakan??? Partai yang ikut apa saja??? Calonnya siapa saja??? Kapan pendaftaran dimulai??? dan bla bla bla, seabreg pertanyaan tertata rapi tiba-tiba.
Tidak akan ada masalah, antara tau dan tidak, yang tak tau pun nantinya akan tau, yang sudah tau pun akan lebih paham lagi bahkan akan bisa ikt bertisipasi aktif dalam penyelenggaraannya. Ketidaktauan seorang maba, itu menjadi sesuatu yang alamiah, karena, mereka baru tahun pertama ini menginjak di kampus biru ini. Namun, akan menjadi kejanggalan, ketika sudah tingkat atas namun, belum begitu paham, paling tidak, tau sedikit tentang kepanjangannya. J
Akan ada banyak partisipasi yang bisa dilakukan oleh segenap warga fakultas MIPA UGM, baik peserta aktif atau pasif. Peserta aktif, bisa langsung berpatisipasi dalam partai mahasiswa, atau mencalonkan sebagai anggota DPM atau calon Ketua BEM. Sedangkan peserta pasif, sangat-sangat diharapkan sekali alias punya hak yang sama dengan warga MIPA yang lain,yaitu memilih salah satu calon anggota DPM dan calon Ketua BEM FMIPA UGM.
Partisipasi aktif dari peserta aktif atau pasif segenap warga MIPA, akan sangat menentukan jalannya jalan atau tidaknya ranah organisasi di MIPA selama setahun atau lebih kedepan, karena pada ajang bergengsi inilah jalan satu-satunya yang menjembatani seluruh kegiatan di MIPA untuk bisa vakum atau tetap berlanjut. Karena ketika tak ada seorang pemimpin organisasi yang mengordinir banyak organisasi di bawahnya, maka lembaga / organisasi di bawahnya pun tak akan berjalan lagi.
PEMIRA (Pemilihan Raya Mahasiswa) merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan mahasiswa berdasarkan Aturan Dasar Tata Hubungan Kelembagaan Keluarga Mahasiswa Fakultas Mahasiswa dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada. (UU KM FMIPA UGM No.2 tahun 2009, tentang PEMIRA, BAB 1, Pasal 1. (a)). Dari penjelasan di atas kita akan mengetahui, bahwa yang diadakan oleh MIPA ini, adalah suatu bentuk pelaksanaan demokrasi yang ada pada lingkungan mahasiswa, khususnya di fakultas MIPA UGM.
Memang pelaksanaan PEMIRA ini akan lebih mudah digambarkan dengan PEMILU kecil, karena hanya dilaksanakan di daerah “lokal”, hanya di kalangan FMIPA UGM. Selain itu, pelaksanaannya pun akan ada sedikit “mengadopsi” dengan PEMILU yang diadakan di republik Indonesia. Walaupun dalam praktiknya akan agak berbeda dengan layaknya PEMILU lingkup Nasional, tetapi paling tidak apa yang diadakan di PEMIRA ada kemiripan, karena sama-sama memilih calon pemimpin eksekutif suatu lembaga di sebuah “negara” kecil, fakultas FMIPA UGM.
Di PEMIRA, akan ada komisinya, pengurus atau penyelenggara pelaksanaan PEMIRA dari awal hingga akhir, yang hanya ada ketika menjelang PEMIRA saja, yang tidak lain adalah KPRM (Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa). Di sini pun akan ada KPP (Komisi Pengawas PEMIRA),adalah Komisi yang melakukan pengawasan pada seluruh proses penyelenggaraan PEMIRA dari awal hingga akhir. Lalu akan ada pula Mahkamah PEMIRA, semacam institusi yuridisnya,lembaga peradilan yang akan menjadi penengah, penyelesai masalah / perkara yang terjadi dalam PEMIRA.
Semua dari institusi-institusi tadi akan bekerja sesuai dengan tugas dan kewajiban masing-masing, tetapi juga akan bekerja bersama-sama di suatu saat.
Sebenarnya tak hanya itu, di saat PEMIRA, pasti juga akan bermunculan partai-partai mahasiswa yang berdiri sesuai dengan persamaan-persamaan misi dan visi, yang tak lain akan mewarnai jalannya PEMIRA,tuk bisa menempatkan wakilnya di kursi DPM selama setahun mendatang atau pun mencalonkan sang ketua BEM FMIPA UGM.
Meskipun begitu, masih tak tertutup kemungkinan, bagi wakil perseorangan atau hima prodi yang ingin mengajukan calonnya. Namun, tetaplah, akan ada syarat dan ketentuan yang akan menyatakan lolos atau tidaknya untuk bisa masuk dalam nominasi nomor urut yang disediakan oleh panitia di ajang bergengsi ini.
Masih akan ada banyak warna-warni yang akan mewarnai di ajang bergengsi ini, mulai dari awal pelaksaannya hingga akhir penyelenggaraan. Banyak hal yang menantang dan menakjubkan di dunia PEMIRA ini, serta akan lebih lebih menarik dan berkesan lagi, ketika kita mampu ikut terjun langsung, berpartisipasi meramaikan indahnya PEMIRA di akhir 2009.
Pemimpin baru??? Mau??? Ayo gabung segera dengan kita @ PEMIRA 09.... jangan malu dan takut, kalau ingin pemimpin impianmu berada di kampus biru...
^^
_alone with luph_
151109/2350
